Potensi Daerah Calon Kab. Minbar


Potensi daerah calon Kabupaten Minahasa Barat (Minbar), yakni potensi fisik dan non fisik seperti penduduk, sumber daya buatan dan sumber daya sosial dapat dilihat dari masing-masing kecamatan, sebagai berikut :

a.   Kecamatan Tombariri

Tanah di Kecamatan Tombariri berjenis latosol dan aluvial dengan tingkat keasaman (pH) antara 4,5-7,5. Kecamatan ini terletak pada ketinggian antara 0-700 dpl. Permukaan tanah di wilayah Kecamatan Tombariri ini merentang dari wilayah datar sampai dengan curam.

Jumlah penduduk di Kecamatan Tombariri pada tahun 2003 adalah 25.366 orang, dengan tingkat  pertumbuhan penduduk rata-rata 1,81% per tahunnya. Dari jumlah tersebut yang termasuk angkatan kerja adalah 19.557 orang.

Lahan di Kecamatan Tombariri pada umumnya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dengan luas 8.500 ha. Tanaman yang banyak ditanam di sini adalah jagung, padi sawah, padi ladang, cengkeh, kelapa, buah-buahan, vanili, kakao, dan lain-lain. Selain itu masyarakat juga memanfaatkan tanahnya sebagai kawasan wisata, hutan lindung, dan pemukiman.

Kecamatan Tombariri berpotensi besar untuk pengembangan ekonominya. Di pantai Tanawangko, misalnya, terdapat pasir besi yang potensinya belum banyak diketahui dan belum dikelola. Tanaman kelapa yang ada masih berupa perkebunan rakyat yang dapat ditingkatkan pengelolaannya dan pemanfaatannya untuk pemrosesan virgin coconut oil, kopra putih, sabut kelapa, karbon aktif, dan nata de coco disamping itu dapat di bangun dan dikembangkan menjadi lokasi obyek wisata.

Karena letaknya yang berbatasan dengan Laut Sulawesi, kecamatan ini juga berpotensi untuk dikembangkan industri kelautannya berupa penangkapan ikan laut dan pengembangan industri peralatan dan perlengkapan penangkapannya seperti jaring insang tetap, jaring insan hanyut, pukat harimau dan payang dengan skala kecil. Investasi yang diharapkan adalah usaha kapal dan peralatan penangkapan, gudang serta kamar pendingin juga untuk lokasi obyek wisata.

Selain penangkapan ikan laut, di Kecamatan Tombariri juga dapat dikembangkan budidaya ikan yang hingga kini belum disentuh. Rumput laut juga dapat dikembangkan secara besar-besaran, yang sudah ada adalah usaha perorangan. Pembudidayaannya dan pemrosesannya dapat ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Budidaya laut dan rumput laut juga dapat dijadikan obyek wisata.

Pantai Mangatasik dengan pasir putih nya memiliki potensi pariwisata yang besar, khususnya karena pemandangan bawah airnya yang indah sebagai obyek wisata bahari. Saat ini pengelolaan pantai ini dilakukan oleh pemerintah desa. Investasi yang diharapkan adalah pengembangan fasilitas wisata, seperti pembangunan cottage termasuk diving center, restoran, dan hiburan umum.

Peluang investasi yang besar terutama sekali adalah pembangunan saluran air bersih dan pasar tradisional yang diharapkan dapat dilakukan oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan pihak pemerintah. Pasar tradisional dapat menjadi salah satu lokasi obyek wisata belanja tradisional.

b.   Kecamatan Pineleng

Jenis tanah di Kecamatan Pineleng, adalah Latosol dengan pH 4,5-7, terletak pada ketinggian 0-600 dari permukaan laut. Umumnya wilayah-wilayah kecamatan Pineleng mempunyai topografi wilayah datar sampai dengan curam.

Penggunaan lahan di kecamatan ini umumnya digunakan sebagai sebagai lahan pertanian yang ditanami jagung, padi sawah, kelapa, buah-buahan, vanili, dan kakao. Selain itu digunakan pula sebagai lahan untuk kawasan wisata,  kawasan hutan lindung, dan kawasan pemukiman.

Jumlah Penduduknya berdasarkan data tahun 2003 sebanyak 33.880 dengan tingkat pertumbuhan penduduk 5,27% pertahunnya.  Kepadatan penduduk, yakni 415 /km2. Dari jumlah itu, yang termasuk angkatan kerja sebanyak 22.571.

Potensi dan peluang investasi Tambang di Kecamatan Pineleng, yakni : potensi Tras 106.500.000m3. Status pengelolaannya saat ini diusahakan oleh masyarakat setempat secara perorangan untuk kebutuhan lokal. Peluang investasinya adalah penambangan dan produksi bahan bangunan. Potensi Basal jutaan meter kubik di Desa Warembungan, Sea, dan Tateli. Status pengelolaannya diusahakan secara perorangan oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan lokal. Investasinya juga penambangan dan processing.

Tanaman pangan dan perkebunan seperti kelapa, usaha yang ada sekarang adalah  perkebunan rakyat. Peluang investasi adalah processing virgin coconut oil, kopra putih, sabut kelapa, carbon aktif, dan nata de coco. Juga dapat dijadikan obyek wisata.

Di sektor perikanan, yakni penangkapan ikan laut  yang wialayah penangkapannya juga masuk dalam kecamatan airmadidi, usaha yang ada sebagian besar diusahakan oleh rakyat dengan dengan  alat tangkap yang sederhana dan semi modern beruap jaring insang tetap, jaring insan insan hanyut, pukat harimau, dan payang dengan skala kecil. Investasi yang diharapkan adalah usaha kapal dan peralatan penangkapan, gudang dan kamar pendingin.

Sektor pariwisata, yakni wisata alam di Desa Kali; potensinya adalah air terjun yang ditunjang dengan kondidi alam yang bergunung-gunung dan masih alami.  Status pengelolaanya dikelola oleh pemerintah desa. Investasi yang diharapkan adalah pengembangan fasilitas wisata seperti pembangunan cottage, restoran, dan hiburan umum.

Infrastruktur air bersih, peluang investasi yang diharapkan adalah pembangunan dan pengelolaan oleh pihak swasta kerjasama dengan pemerintah dalam bentuk kerjasama operasi. Perumahan, potensi yang ada ada untuk mencukupi perumahan bagi sebagian penduduk yang bekerja di Kota Manado. Sebagian besar tanah yang ada merupakan hak milik masyarakat dan juga tanah milik Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara, yakni di Desa Kalasey dan Desa Tateli. Investasi yang diharapkan adalah pembangunan perumahan oleh pihak swasta khususnya Rumah Sederhana (RS) dan Rumah Sangat Sederhana (RSS) serta kompleks perumahan mewah  dengan skala usaha besar.

c.   Kecamatan Tombulu

Kondisi tanah di Kecamatan Tombulu sebagian datar dan sisanya berbukit-bukit. Letaknya pada ketinggian 200-500 m dpl. Curah hujan rata-rata per tahunnya adalah 2.000-2.500 mm.

Lahan di Kecamatan Tombulu masing-masing digunakan untuk pemukiman seluas 4397 ha, sawah seluas 99 ha, perladangan seluas 3.797 ha serta alang-alang seluas 197 ha, dan hutan lindung seluas 35 ha yang dapat di bangun dan dikembangkan menjadi suatu obyek wisata.

Kecamatan Tombulu yang keseluruhan luas wilayahnyanya 8.525 ha atau 85,25 km², terbagi menjadi 9 (sembilan) desa. Jumlah penduduknya 14.147 Jiwa dengan kepadatan penduduk 160,93 jiwa/km² sesuai data tahun 2006.

Oleh : Minbar – Sumber : N. Raymond Frans – Sekum BMPKMB,-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s